Istri Kades Ditemukan Tak Bernyawa di Tengah Hutan

 

(Surya/Istimewa)

Luluk Diana, perempuan cantik yang juga istri Kepala Desa Sidojangkung, Kecamatan Menganti, Kabupaten Gresik, semasa hidupnya. 

Luluk Diana (38), warga Desa Sidojangkung, RT 10/RW III, Kecamatan Menganti, Kabupaten Gresik ditemukan tewas mengenaskan di hutan Watublorok, Mojokerto.

Perempuan cantik tersebut adalah istri Kepala Desa (Kades) Sidojangkung Sugiyanto.

Kabar duka ini sudah ramai dan viral di media sosial sejak kepergian Bu Lurah, atau istri pejabat tertinggi di desa tersebut kemarin, Selasa (8/8/2017).

Kabar ditemukan mayat seorang wanita memakai kaos warna merah tergeletak di hutan langsung tersebar.


Dari data yang beredar itu, jasad tersebut dipastikan sebagai Luluk Diana istri Sugiyanto, Kades Sidojangkung, Kecamatan Menganti, Gresik.

"Innalillahi wa' inna illaihi roji'un...telah berpulang ke rahmatullah ibu Luluk Diana, ketua TP PKK Desa Sidojangkung Menganti Gresik ... Bu lurah ku... Semoga diterima amal ibadahnya...dilapangkan kuburnya..dimuliakan disisiNya. Amin," kata Diana Sulastri, warga Desa Sidojangkung, Rabu (9/8/2017).

Sementara itu, teka-teki mengenai kasus tewasnya wanita tersebut sudah mulai menemui titik terang.

Sebelum ditemukan tewas mengenaskan, Luluk dikabarkan pergi dari rumahnya untuk mengambil uang di bank Rp 150 juta.

Hal ini dikabarkan akun facebook Sis Wanto saat berkomentar di grup Facebook Gresik Sumpek.

"Sidojagong menganti lur istri pak lurah kemaren ambil uang 150 jt," tulis Sis Wanto.

Kabar ini tentu saja mengherankan netizen lain karena domisili korban berada di Gresik dan ditemukan tewas di Mojokerto.

"Ngumpuk duwek ngdi lurus?uwong menganti kq dibunuh ndek alas jetis,moker??," tanya akun Alang Alang.

Informasi yang dihimpun Surya, korban yang juga Bu Lurah ini hendak mengambil uang di sebuah bank di kawasan Surabaya Barat, tepatnya di daerah Citraland.

Sementara itu, sampai saat ini polisi masih terus berusaha mengungkap kasus tewasnya Luluk Diana (38), Bu Lurah cantik, istri Kepala Desa Sidojangkung, Menganti, Gresik.

Sebelum ditemukan tewas di Kawasan Hutan Watu Blorok, petak 75E RPH Kupang, KPH Mojokerto, Desa Kupang, Kecamatan Jetis pada Selasa (8/8/2017) sore, korban diketahui pergi mengambil sejumlah uang di kawasan Surabaya Barat dengan mengendarai Mobil Toyota Yaris.

"Pamitnya keluar ambil uang di bank Kawasan Citraland Surabaya sekitar pukul 08.00 wib. Untuk apa uang itu, suamianya masih belum bisa ditanyai karena masih berduka," kata Kasatreskrim Polresta Mojokerto AKP Suhariyono, Rabu (9/8/2017).

Sayangnya, Suhariyono belum bisa memastikan apakah uang senilai Rp 150 juta tersebut sudah diambil atau belum oleh korban dari bank.

Sebab, saat korban ditemukan polisi tidak menemukan uang di yang dimaksudkan.

"Apakah uangnya sudah diambil dari bank atau belum, kami belum bisa pastikan.

Karena suaminya masih belum bisa dimintai keterangan," imbuhnya.

Kepergian Luluk di Kawasan Surabaya Barat ini, justru bertolak belakang dengan keberadaannya yang ditemukannya sudah tak bernyawa di Hutan Watu Blorok, Mojokerto.

Suhariyono menduga, pelaku sengaja membuang mayat korban lebih jauh di tengah Hutan Jati untuk menghilangkan jejak.

"Untuk mobil Yaris warna Putih sudah ditemukan di kawasan Pasar Krian, Sidoarjo. Ada kemungkinan, pelaku yang membawa ke sana untuk mengelabui polisi," jelasnya.

Guna penyelidikan, mobil putih bernomor polisi L 1193 AQ milik korban telah dibawah ke Mapolresta Mojokerto.

Kondisi mobil yang sudah terparkir rapi di halaman ini, terlihat tidak ada kerusakan apapun. "Mobil sudah kami amankan," tandasnya.

Editor: Januar Adi Sagita

Sumber: Tribun Jatim