“Nemenin” Bule Di Bar Wan Chai, BJ Sampai Bisa Miliki Ratusan Ribu Dolar




WAN CHAI HONG KONG – Tergiur dengan penghasilan berlimpah, seringkali membuat seseorang lupa dengan tatanan dan aturan yang seharusnya dijadikan acuan. Kerlap kerlip dunia malam Wan Chai, diantara dengus syahwat, penghilang penat sesaat terbukti telah mampu menyilaukan pandangan mata hati banyak anak negeri yang merantau di Negeri Beton.

Sebuah kejadian memalukan, kembali terulang, seorang PMI berinisial BJ tertangkap basah aparat penegak hukum Hong Kong melakukan praktek kerja ilegal di sebuah bar di Wan Chai. Berdasarkan informasi yang didapat Apakabaronline.com dari teman BJ, kronologi tertangkapnya BJ terjadi pada Selasa (08/08) kemarin, saat seperti biasa, BJ yang malam itu beraktifitas menawarkan jasa menemani bule bule minum, tiba-tiba diajak ngamar oleh salah seorang bule di sebuah kamar hotel Shangrila Kowloon.

“3 hari yang lalu dia (BJ) ditawar polisi bule tapi ndak tahunya polisi HK yang menyamar, and pas di hotel, polisi itu ndak menyuruh dia mandi atau pun buka baju nawarin minum dan nyuruh si cewek itu rilex, eh beberapa menit kemudian, CID datang chines HK 4, akhirnya, dibawalah itu” terang X, sumber yang dikonfirmasi Apakabaronline.com namun wanti wanti untuk disembunyikan jatidirinya.

Menurut X, sebenarnya malam itu ada 5 WNI yang ditangkap karena kasus yang sama, namun hanya BJ yang berstatus PMI. 4 WNI lainnya terdiri dari 3 orang waria, dan 1 orang perempuan Indonesia beretnis China.

Y, teman BJ lainnya yang cukup mengenal sepak terjang BJ selama ini dan dan mengetahui peristiwa itu menyatakan, bahwa BJ menjalankan praktek seperti ini sudah sejak lama. Di Hong Kong BJ sudah 12 tahun. Itulah sebabnya, saat penangkapan terhadap BJ dilakukan, Y menuturkan, polisi Hong Kong langsung mengetahui saldo di rekening BJ yang jumlahnya ratusan ribu Hong Kong dolar.

Y menuturkan, BJ bisa menjalankan pekerjaan tersebut, lantaran selama ini BJ membeli majikan. Status domestic helper dan bekerja pada seseorang dalam pasportnya, hanya formalitas saja. Setiap hari, BJ tinggal di rumah kos yang diaa sewa, dan setiap hari, BJ mencari uang di bar dengan cara menemani bule bule yang ingin indehoi dengannya.

Dengan bekerja di Bar, hanya dengan menemani minum saja, dari pihak Bar, BJ bisa mendapat imbalan HKD 50 dari setiap botol minuman yang terbeli. Belum lagi untuk merk-merk tertentu yang harganya mahal, Y menurutkan, BJ bisa mengantongi imbalan sampai HKD 500 dari setiap botol minuman yang terbeli.

“Berapa sih upah kerja di rumah majikan alias pembantu. Sehari 130 ? Makanya, banyak anak yang beli majikan terus kerja di Bar. Cowok yang beli minuman aja 1 gelas dapat 50 dolar. Coba semalem berrapa gelas yang dia minum. Bisa ratusan dolar dia dapatkan dalam semalam” terang Y kepada Apakabaronline.com

Penghasilan tersebut, tidak termasuk bonus yang diberikan oleh si bule lantaran telah ditemani minum di Bar. Diakhir pertemuan, bule akan memberikan uang tips tersendiri kepada BJ. Besarannya relatif. Namun, jika BJ bersedia diajak ngamar, sudah barang tentu, imbalan yang dia terima dalam semalam bisa tembus ribuan dolar seluruhnya.

Dalam menunggu proses peradilan, BJ dikenakan sangsi tahanan kota, lantaran BJ sanggup membayar uang jaminan. BJ harus melapor selama 24 jam, dan harus kembali ke sel tahanan setiap hari meskipun dia diijinkan untuk keluar tahanan dalaam radius jarak tertentu.

Untuk menghadapi tuntutan hukum, BJ, perempuan bertubuh gempal berkulit sawomatang  telah menyiapkan pengacara atas biaya dia sendiri. Informasi yang didapat Apakabaronline.com, BJ akan diadili di Sai Wan Ho Court pada 18 Agustus lusa.

Dalam kasus ini, baik majikan, maupun domestic helper yang membeli majikan, keduanya sama-sama dikenakan sangsi pidana dan denda atas penyalahgunaan ijin tinggal dan bekerja.

Z, seorang PMI lainnya yang memberikan pengakuan ke Apakabaronline.com merasa tidak terkejut dengan penangkapan BJ.  Pasalnya, Z sendiri mengaku nyaris akan masuk ke dunia seperti yang dilakoni BJ saat ini namun urung dia lakukan.

“Dulu saya nyaris mau jualan seperti mereka, tapi setelah ingat dosa, ingat wajah anak-anak dirumah, dan ingat kasus yang menimpa dua orang teman kita yang dimutilasi itu akhirnya saya membatalkan. Alhamdulilah, ada rejeki lain untuk mengatasi kesulitan” terang Z. [Yuni/Asa]

Sumber : Apakabaronline.com